Manchester City kembali ke Liga Premier dengan kemenangan menentukan 3-0 atas Liverpool di Anfield pada Minggu, 11 Oktober 2026. Kemenangan itu terjadi di pertandingan pertama klub setelah komisi independen menyatakan mereka bersalah atas semua tuduhan terkait pelanggaran serius terhadap aturan keuangan liga. Terlepas dari kontroversi seputar putusan tersebut, penampilan City membungkam atmosfer permusuhan dan mengirimkan pesan yang jelas tentang niat mereka untuk mendominasi musim.
Pertandingan dimulai dengan suasana tegang dan nyaris bergejolak. Tim tamu City disambut dengan ejekan selama pemanasan, dan menit-menit awal memperlihatkan para pemain Liverpool ditekan dengan keras oleh pertahanan City. Babak pertama berakhir dengan tim Jerman masih kesulitan menemukan ritme, sementara The Reds tertinggal. Kiper Liverpool, Gianluigi Donnarumma, terpaksa melakukan beberapa penyelamatan sulit, menjaga skor tetap imbang hingga menit ke-62.
Titik balik tiba ketika pemain Liverpool Ryan Gravenberch menerima kartu kuning kedua karena pelanggaran terhadap Jeremy Doku, membuat pemain Belanda itu keluar lapangan dan membuat Liverpool menjadi sepuluh pemain. Dua menit 36 detik kemudian, Erling Haaland mencetak gol pembuka yang kuat, membawa City unggul. Doku dan Rayan Cherki kemudian menambah dua gol lagi, yang terakhir dicetak pada menit ke-78. Perkiraan gol (xG) City melonjak dari 0,16 sebelum kartu merah menjadi banyak peluang yang dimanfaatkan oleh para penyerang dengan tepat.
Manajer City, Enzo Maresca, memuji ketangguhan timnya dalam wawancara pasca pertandingan. “Kami perlu belajar cara mengatasi kebisingan,” katanya kepada Sky Sports. “Suasana di sini selalu sulit, tapi kami harus tetap kuat secara mental dan memainkan sepak bola yang bagus. Itu yang penting.” Ia menambahkan bahwa kemenangan tersebut merupakan “momen yang akan dikenang untuk waktu yang lama,” yang mencerminkan tekad tim untuk mengatasi kesulitan.
Striker Erling Haaland juga menyampaikan sentimen yang sama dengan Maresca, dan menggambarkan kemenangan tersebut sebagai bukti karakter City. “Itu sulit dan sulit, tapi kami menunjukkan karakter luar biasa dari Donnarumma hingga ke lini depan,” ujarnya. “Saya sangat bangga dengan semua orang.” Kemenangan ini membuat City tetap berada di puncak klasemen Liga Premier, dan mereka tetap menjadi satu-satunya tim yang memulai musim dengan rekor sempurna, sementara manajer baru Liverpool, Andoni Iraola, menghadapi defisit sembilan poin setelah kekalahan di musim pertama.
Ke depan, City akan berusaha mempertahankan momentum mereka sambil terus menghadapi dampak dari keputusan keuangan tersebut. Liverpool, sementara itu, harus berkumpul kembali setelah kekalahan kandang yang mengecewakan dan mengatasi tantangan yang ditimbulkan oleh skuad yang melemah. Hasil di Anfield menggarisbawahi kapasitas City untuk tampil di bawah tekanan dan menentukan arah untuk sisa musim ini.
