Viking dari Norwegia mengejutkan Bayern Munich dengan skor 2-0 di pertandingan Liga Champions, sementara Galatasaray menakuti Barcelona dengan hasil imbang 1-1. Hasil tersebut membuat klub-klub Eropa berada dalam posisi sulit, terutama bagi Bayern yang meski menguasai penguasaan bola, berhasil kebobolan dua gol dalam satu periode.
Dalam pertandingan antara Viking dan Bayern, Norwegia mendominasi babak pertama, dengan Stensness mencetak gol di menit ke-2 dan Christiansen menambah keunggulan di menit ke-38. Meski Bayern mendapat banyak peluang, termasuk tembakan Kane, mereka tak mampu mencetak gol. Bayern menunjukkan penguasaan bola yang dominan, namun kurangnya presisi di tahap-tahap akhir membuat Viking mempertahankan keunggulan hingga turun minum.
Di lini depan Barcelona, Galatasaray mengawalinya dengan gol Batrakov pada menit ke-28, hasil tembakan Leão di sayap kiri. Barcelona merespons dengan cepat melalui gol penyeimbang Cancelo, namun gol Yilmaz dianulir karena pelanggaran. Hasil akhir 1-1 membuat Barcelona berada dalam posisi sulit ke babak penyisihan grup.
Pertandingan Liga Champions lainnya menunjukkan hasil yang berbeda: Atletico Madrid memulai dengan gol dari Barrios pada menit pertama, namun Manchester United membalas dengan gol kedua dari Cardoso, namun dianulir karena handball. Pertandingan antara Inter dan Club Brugge berakhir 1-1, penalti Lautaro Martinez membawa Inter unggul. Pertandingan antara Inter dan Club Brugge berakhir 1-1, penalti Lautaro Martinez membawa Inter unggul. Pertandingan antara Inter dan Club Brugge berakhir 1-1, penalti Lautaro Martinez membawa Inter unggul. Pertandingan antara Inter dan Club Brugge berakhir 1-1, penalti Lautaro Martinez membawa Inter unggul.
Selanjutnya, Arsenal gagal memecah kebuntuan pada laga melawan Lille, berakhir 0-0. Laga antara Leipzig dan PSV berjalan seimbang, penalti mantan pemain Inter Perisic berhasil diselamatkan. Pertandingan antara Villarreal dan Napoli berakhir 2-1 untuk kemenangan Napoli, dengan Rrahmani mencetak gol penentu.
Dengan hasil ini, klub-klub Eropa harus mempertimbangkan kembali strategi mereka untuk babak penyisihan grup. Bayern Munich, misalnya, harus menemukan cara untuk mengubah penguasaan bola menjadi peluang nyata, sementara Barcelona harus bekerja pada pertahanan mereka agar tidak kebobolan dalam situasi tekanan tinggi. Pertandingan Liga Champions mendatang, termasuk Feyenoord melawan Como dan LASK melawan Liverpool, akan menawarkan peluang baru bagi klub untuk meraih poin dan meningkatkan posisi mereka di klasemen.
